Menu Close

Apa Saja Gejala ISPA pada Anak?

ispa pada anak

ISPA merupakan kondisi dimana saluran pernapasan sisi atas mengalami infeksi virus atau bakteri. Ketika kondisi ini dialami oleh anak, maka timbul beberapa gejala yang signifikan. Bahkan ISPA pada anak dinilai lebih tinggi risikonya dibandingkan orang dewasa. Daerah pernafasan yang biasanya terserang adalah rongga hidung, sinus, faring atau tenggorokan.

Flu atau radang tenggorokan adalah salah contoh ISPA yang kerap dialami anak-anak. Gejala yang dialami cukup mengganggu dan sebaiknya segera ditangani supaya tidak memburuk. ISPA biasanya terjadi diakibatkan beberapa virus, seperti: rhinovirus, adenovirus, influenza, hingga respiratory syncytial virus. Beberapa kasus lainnya terjadi akibat infeksi bakteri, misalnya Streptococcus grup A.

Anak mengalami ISPA apabila terpapar air liur penderita secara tidak sengaja melalui sentuhan, bersih, maupun batuk. Itulah sebabnya, penting untuk menghimbau anak-anak untuk menggunakan masker saat sakit atau saat berada di sekitar penderita.

Gejala ISPA pada anak

  1. Pilek 

Pilek merupakan gejala ISPA yang sangat mudah dikenali dan diidentifikasi. Ketika  virus atau bakteri menginfeksi bagian pernafasan, maka tubuh akan mengeluarkan respon berupa lendir (pilek) dan bersamaan dengan gejala bersin, lesu, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Sebagian besar anak juga mengalami demam ringan dan nafsu makan yang turun. Gejala pilek biasanya terjadi sekitar 10 hari sampai sembuh total.

  1. Sinusitis

Sinusitis merupakan pembengkakan di rongga sinus tepatnya di area mata dan juga hidung. Gejala Sinusitis terjadi jika virus dan bakteri masuk ke pernafasan atas dan membuat adanya penyumbatan pada rongga sinus. Saat masalah ini terjadi, anak bisa merasakan sakit pada area pipi, dahi, mata, hidung tersumbat, penciuman turun, lendir warna hijau, rewel dan nafsu makan turun.

  1. Tonsilitis

Tonsilitis dikenal dengan sebutan radang amandel, yaitu dua buah kelenjar kecil yang ada di belakang tenggorokan. Ketika mengalami ISPA, amandel kemungkinan dapat mengalami pembengkakan dan peradangan yang menyakitkan. ISPA pada anak  turut menimbulkan gejala seperti batuk, demam, sakit kepala, lesu, sakit tenggorokan dan bau mulut. Menurunnya nafsu makan juga bisa menjadi pertanda, akibat tenggorokan sakit saat menelan makanan.

  1. Laringitis

ISPA Langiritis merupakan pembengkakan atau radang yang terjadi di pita suara. Sama seperti pada radang amandel, langiritis yang menargetkan pita suara ini juga disebabkan virus maupun bakteri. Gejalanya terjadi sekitar satu pekan hinggadua pekan. Anak dengan permasalahan langiritis biasanya menderita batuk yang tidak kunjung sembuh, suara serak, sering berdeham, tenggorokan sakit, demam dan nafsu makan turun. Beberapa kasus, anak jadi susah bernafas.

Kapan harus ke dokter?

Ada beberapa syarat kapan Anda harus membawa anak ke dokter, di antaranya:

  • Saat gejala memburuk;
  • Demam naik tinggi;
  • Sulit bernafas atau nafas jadi cepat;
  • Batuk yang semakin parah;
  • Terdengar suara mengi saat bernafas;
  • Retraksi pada tulang rusuk;
  • Suara jadi kasar atau serak saat menarik nafas;
  • Batuk keluar darah;
  • Batuk lebih dari 3 pekan;
  • Sistem imun jadi sangat lemah;
  • Ada gangguan kesehatan yang kronis;

Penting sekali memahami gejala ISPA pada anak. Apalagi anak biasanya belum begitu kuat menerima rasa sakit dari gejala ISPA. Jadi saat gejala muncul, segera lakukan penanganan yang tepat agar segera sembuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *