Menu Close

Disebut Bisa Tuntaskan Pandemi, Ini Cara Kerja Herd Immunity

Herd immunity adalah perlindungan tidak langsung terhadap wabah penyakit tertentu, sehingga penyakit menjadi sulit menyebar dan menginfeksi. Istilah yang juga disebut kekebalan komunitas ini disebut-sebut dapat menuntaskan pandemi COVID-19 yang sedang melanda seluruh dunia.

Ketika sekitar 7 atau 8 dari 10 orang kebal terhadap infeksi dalam suatu komunitas, seluruh komunitas mereka biasanya terlindungi, bukan hanya mereka yang kebal. 

Herd immunity adalah konsep kekebalan komunitas

Terciptanya herd immunity ini  sangat penting terutama untuk melindungi orang-orang yang tidak kebal terhadap suatu penyakit, seperti tidak pernah menderita penyakit, tidak bisa mendapatkan vaksin, dan memiliki sistem kekebalan yang lemah. 

Bagaimana cara kerja herd immunity untuk menyelesaikan pandemi? Yuk, simak informasinya berikut ini. 

Herd Immunity Telah Terbukti di Masa Lampau

Epidemi smallpox merupakan contoh nyata berhasilnya herd immunity, terutama melalui program vaksinasi. Smallpox menyebabkan epidemi dan kematian sekitar 300–500 juta orang di abad ke-20.

Vaksin smallpox merupakan vaksin pertama yang berhasil dikembangkan oleh Edward Jenner pada tahun 1796. Melalui program imunisasi masif di seluruh dunia dan juga surveillance, WHO akhirnya mendeklarasikan eradikasi smallpox pada tahun 1980. Hal ini merupakan salah satu contoh pencapaian terbesar herd immunity.

Herd immunity hingga saat ini juga digunakan untuk mengendalikan polio, campak, rubella, difteri, dan pertusis. Hal ini kemudian menjadi pertimbangan untuk penanganan pandemi COVID-19 dan pengurangan transmisi SARS-CoV-2

Cara Mendapatkan Herd Immunity 

Agar bisa menciptakan herd immunity, maka bisa melakukan berbagai cara diantaranya.

Infeksi Alami

Kekebalan kelompok dapat dicapai ketika cukup banyak orang dalam populasi telah pulih dari penyakit dan telah mengembangkan antibodi pelindung terhadap infeksi di masa depan.

Inilah yang menghentikan wabah virus Zika di Brazil. Dua tahun setelah wabah dimulai, 63% populasi telah terpapar virus. Para peneliti berpikir bahwa masyarakat mencapai tingkat yang tepat untuk kekebalan kelompok.

Sayangnya, untuk menerapkan kekebalan alami ini harus siap dengan risiko infeksi ulang. Tidak jelas berapa lama seseorang akan terlindungi dari sakit lagi setelah sembuh dari virus tertentu. Bahkan jika Anda memiliki antibodi, ada kemungkinan Anda bisa mendapatkan COVID-19 lagi.

Tak hanya itu, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan jutaan kematian, terutama di antara orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Sistem perawatan kesehatan dapat dengan cepat menjadi kewalahan.

Vaksin

Kekebalan kelompok juga dapat dicapai ketika cukup banyak orang yang telah divaksinasi terhadap suatu penyakit dan telah mengembangkan antibodi pelindung terhadap infeksi di masa depan. 

Berbeda dengan metode infeksi alami, vaksin menciptakan kekebalan tanpa menyebabkan penyakit atau komplikasi. Menggunakan konsep herd immunity, vaksin telah berhasil mengendalikan penyakit menular seperti cacar, polio, difteri, rubella dan banyak lainnya.

Kekebalan kelompok memungkinkan untuk melindungi populasi dari penyakit, termasuk mereka yang tidak dapat divaksinasi, seperti bayi baru lahir atau mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Agar herd immunity di Indonesia dapat terbentuk, setidaknya 70 persen atau 181 juta orang harus divaksin. Ini menjadi tantangan vaksin karena membutuhkan sekitar 400 juta dosis vaksin. 

Tetap Patuhi Prokes 

Mengingat apapun langkah mencapai herd immunity tidaklah mudah, maka Anda masih harus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Selama herd immunity belum terbentuk, lakukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko infeksi:

  • Hindari kontak dekat (dalam jarak sekitar 6 kaki, atau 2 meter) dengan siapa saja yang sakit atau memiliki gejala.
  • Jaga jarak antara Anda dan orang lain (dalam jarak sekitar 6 kaki, atau 2 meter). Ini sangat penting jika Anda memiliki risiko penyakit serius yang lebih tinggi.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol.
  • Kenakan masker di ruang publik dalam ruangan dan di luar ruangan yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19, seperti pada acara yang ramai atau pertemuan besar. 
  • Tutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk atau bersin. Buang tisu bekas pakai.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda.
  • Hindari berbagi piring, gelas, tempat tidur, dan barang-barang rumah tangga lainnya jika Anda sakit.
  • Bersihkan dan desinfeksi permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, saklar lampu, elektronik, dan penghitung, setiap hari.
  • Tetap di rumah dari tempat kerja, sekolah, dan tempat umum jika Anda sakit, kecuali Anda akan mendapatkan perawatan medis. Hindari transportasi umum, taksi, dan berbagi tumpangan jika Anda sakit.

Itulah informasi mengenai herd immunity dalam menuntaskan pandemi COVID-19. Sekali lagi, pastikan Anda selalu menjaga kesehatan, ya! 

Perlu diingat bahwa beberapa orang mungkin memiliki virus COVID-19 dan menyebarkannya ke orang lain, bahkan jika mereka tidak memiliki gejala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *