Menu Close

Indonesia Dalam Mempercepat Herd Immunity Membangun Sentra Vaksinasi

Hingga kini pandemi COVID-19 masih terus mewabah di seluruh dunia. Dalam memutus mata rantai pandemi ini, masyarakat dunia harus melakukan vaksinasi dan sedang digencarkan di berbagai negara seperti di Indonesia yang kini telah membuka berbagai sentra vaksinasi

Dalam meminimalisir resiko tertular maupun menulari COVID-19 maka setiap orang harus melakukan vaksinasi sampai dua dosis pada waktu vaksin yang berbeda-beda. 

Pada sebuah studi terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat memaparkan bahwa seseorang yang tidak melakukan vaksinasi hingga dua dosis akan lebih mudah terpapar kembali COVID-19, walaupun risikonya tidak setinggi bagi orang yang belum divaksin. 

SehatQ distribusikan 2.000 dosis vaksin Covid-19 di sentra vaksinasi QBig, BSD City, 24 Juli 2021.

Kementerian Kesehatan Dikutip dari Kontan.co.id telah menyiapkan berbagai strategi dalam mencapai target vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa salah satu strategi yang digunakan dalam mencapai target itu dengan memperbanyak lagi sentra vaksin di setiap ibukota provinsi. 

Jubir Vaksinasi Kemenkes mengatakan, tujuan dari memperbanyak sentra vaksin ini agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses vaksin. Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi setiap sentra berapa banyak yang telah melakukan vaksinasi. 

Selain dengan memperbanyak sentra vaksinasi pemerintah juga akan mengoptimalkan unit pelaksana teknis Kemenkes dalam mencapai target 2 juta vaksinasi per hari. Diantaranya seperti di Rumah Sakit Umum Pemerintah Pusat, Poltekkes, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Kemudian, pemerintah juga akan terus melakukan upaya menambah tenaga vaksinator. Pemerintah juga menggandeng tokoh masyarakat serta tokoh agama dalam mempercepat vaksinasi dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi program vaksin. 

Salah satu negara yang terus melakukan upaya menekan angka penularan yaitu Amerika Serikat (AS). Upaya yang dilakukan dalam menekan angka penularan dengan mempercepat pencapaian 70 persen-80 persen target vaksinasi. 

Dalam program vaksin tersebut telah terbukti bahwa sebelumnya angka positif COVID-19 sampai ratusan ribu, dan kini telah turun sampai 13 ribu kasus per hari. 

Manfaat dari vaksinasi 

Vaksin yang efektif melindungi seseorang dari penyakit menular tertentu dan komplikasinya.  Dalam jangka pendek, efikasi vaksin diukur dari kemampuannya mengurangi infeksi baru.  Tujuan jangka panjangnya adalah untuk mengurangi komplikasi serius dan kematian

Semua vaksin yang saat ini digunakan di Indonesia menghasilkan perlindungan tingkat tinggi yang cukup untuk mencegah penyakit pada sebagian besar individu yang divaksinasi. 

Di negara-negara di mana penggunaan vaksinasi tersebar luas, telah terjadi penurunan dramatis dalam jumlah orang yang jatuh sakit dan meninggal karena infeksi yang sebelumnya umum dan parah. 

Misalnya, vaksin batuk rejan mencegah penyakit pada 85% penerima, sementara vaksin campak mencegah penyakit pada 95% penerima dari dosis pertama saja.

Proporsi individu yang tersisa mungkin tidak sepenuhnya terlindungi dan setidaknya sebagian tetap rentan terhadap infeksi. Ini mungkin karena faktor genetik, atau adanya kondisi medis lain yang memengaruhi kemampuan mereka untuk meningkatkan respons imun protektif terhadap vaksin. Orang-orang ini juga dilindungi ketika kekebalan kelompok telah tercapai. 

Sebagian besar vaksin tidak hanya bermanfaat bagi individu yang menerima vaksin tetapi juga seluruh populasi melalui fenomena yang disebut kekebalan kawanan

Kekebalan kelompok terjadi ketika sebagian besar individu dalam suatu populasi dilindungi terhadap penyakit melalui imunisasi. Situasi ini memberikan perlindungan tidak langsung bagi orang-orang yang masih rentan terhadap penyakit, dengan memperkecil kemungkinan mereka bersentuhan dengan seseorang yang membawa patogen.  Vaksinasi adalah cara terbaik untuk menciptakan kondisi yang tepat untuk mengembangkan kekebalan kelompok.

Selain melindungi individu yang tidak divaksinasi di sentra vaksinasi, kekebalan kawanan menguntungkan sebagian kecil orang yang gagal merespons vaksinasi secara memadai atau tidak dapat divaksinasi karena alasan medis.

 Dalam kasus penyakit yang sangat menular seperti campak, lebih dari 95% populasi harus divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok yang cukup untuk mencegah penularan jika penyakit itu kambuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *