Menu Close

Pendarahan Sebagai Tanda Bahaya Masa Nifas

Apabila anda mengalami perubahan bentuk tubuh usai melahirkan, maka anda sedang mengalami masa nifas. Adapun masa nifas sendiri biasanya kerap berlangsung selama enam minggu setelah persalinan. Akan tetapi, anda tidak perlu khawatir karena perubahan tersebut umumnya wajar saja. Namun, bilang mengalami kondisi tertentu, barulah anda dan pasangan perlu waspada karena bisa jadi gejala yang anda alami adalah pertanda. 

Tanda bahaya masa nifas sebetulnya ada banyak sekali. Namun begitu, salah satu yang perlu anda diwaspadai adalah munculnya pendarahan yang tidak normal. Bisa dikatakan tidak normal apabila pendarahan yang terjadi sangat berlebihan. Meskipun pendarahan usai proses melahirkan wajar terjadi selama dua sampai enam pekan, tapi anda perlu waspada apabila mengalami beberapa gejala. 

Gejala pertama yang dimaksud adalah pendarahan nan dialami intensitasnya tidak juga berkurang. Selain itu, tanda bahaya masa nifas terkait pendarahan yang patut diwaspadai apabila selama pendarahan ada gumpalan darah yang terlihat menonjol di antara darah. 

Adapun gejala lainnya ialah wajah anda menjadi pucat. Selain itu, intensitas darah yang keluar selama terjadi pendarahan tidak konsisten, seperti berkurang dan hari berikutnya malah mendadak lebih banyak. Apabila hal ini yang terjadi, maka anda perlu waspada dan tidak boleh meremehkannya. 

Lebih lanjut, gejala tanda bahaya masa nifas terkait perdarahan adalah merasa kram saat ada peningkatan aliran darah. Lalu, warna darah yang keluar selama perdarahan merah terang, meskipun sudah lebih dari tiga sampai empat hari. Sementara gejala yang terakhir adalah warna darah kembali merah terang walaupun sebelumnya sudah lebih gelap. 

Jika gejala-gejala tersebut anda alami saat pendarahan selama masa nifas, maka disarankan agar anda segera memeriksakan diri kepada dokter. Tentu saja, kondisi itu tidak boleh dibiarkan begitu saja karena menyangkut keselamatan anda. 

Namun demikian, anda tetap bisa melakukan sesuatu agar selama pendarahan bisa terkendali, dalam hal ini darah yang keluar tidak semakin banyak. Adapun hal yang dapat anda lakukan adalah memperbanyak istirahat dan meminimalisir aktivitas. Pasalnya, apabila anda terlampau banyak bergerak dan kurang istirahat, itu malah membuat darah yang keluar selama masa nifas makin banyak. 

Itulah penjelasan singkat mengenai pendarahan sebagai tanda bahaya masa nifas. Besar harapan pendarahan nan berlangsung saat masa nifas tetap anda perhatikan. Sekali lagi diingatkan, meskipun pendarahan saat masa nifas adalah wajar, tapi bila gejala yang telah disebutkan di atas anda alami, maka anda harus waspada. 

Di samping itu, sebagai informasi saja, beberapa tanda bahaya masa nifas nan patut anda waspadai adalah wasir, infeksi saat masa nifas, payudara terasa nyeri, depresi berkepanjangan setelah melahirkan, dan lain sebagainya. Sangat disarankan agar anda meluangkan waktu untuk mencari tahu lagi beberapa gejala tanda bahaya masa nifas itu. 

Pasalnya, tanda bahaya masa nifas tersebut juga tidak boleh diremehkan. Misalnya depresi. Jika depresi ini berlangsung sampai lebih dari dua pekan, maka anda sangat disarankan untuk menemui psikolog atau dokter. Pasalnya, depresi berkepanjangan setelah melahirkan apabila didiamkan bisa membahayakan nyawa si ibu dan buah hatinya. 

Sebab, depresi yang tidak segera ditangani dapat memunculkan gejala psikosis atau kondisi yang mana pasien seperti mendengarkan bisikan untuk menyakiti diri sendiri atau anaknya. Oleh karena itulah depresi usai melahirkan juga tidak dapat dianggap remeh lantaran bisa saja merupakan tanda bahaya masa nifas. 

Akhir kata, semoga artikel terkait pendarahan sebagai tanda bahaya masa nifas ini bisa menambah referensi anda. Tentu harapan terbesarnya adalah anda tidak mengalaminya sama sekali dan tetap dalam keadaan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *