Menu Close

Bagaimana Posisi Tidur Bayi yang Benar? Orang Tua Wajib Baca

Bagaimana Posisi Tidur Bayi yang Benar? Orang Tua Wajib Baca

Pada umumnya bayi di bawah 6 bulan m hanya bisa tidur telentang. Tetapi pada kondisi tertentu yang tidak disengaja, bayi bisa tertidur dengan posisi lain yang membahayakan, oleh karena itu orang tua perlu mengetahui bagaimana posisi tidur bayi yang benar untuk posisi tidur bayi yang benar mencegah bahaya tersebut.

Bayi banyak menghabiskan waktunya untuk tertidur, bahkan bisa lebih dari 14 jam bayi tertidur. Waktu tidur yang lama tersebut juga bisa membuat bayi berusaha bergerak.

Tidak ada masalah dengan waktu tidur yang lama dan pergerakan bayi saat tidur, tetapi orang tua harus memastikan anak anda berada pada posisi tidur bayi yang benar.

Mengapa Posisi Tidur Bayi Menjadi Sebuah Hal yang Penting?

Posisi tidur bayi yang tidak benar dapat menyebabkan anak Anda mengalami gangguan pernapasan. Jika bayi mengalami gangguan pernafasan dalam waktu yang lama dan tidak segera ditangani dengan benar, bayi dapat mengalami SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak.

Posisi tidur yang benar untuk si kecil setidaknya sampai usia 1 tahun adalah telentang. Penelitian menyatakan posisi tidur telentang dapat mengurangi sampai 50% resiko SIDS. Hal ini disebabkan posisi telentang dapat melancarkan pernafasan, karena kepala bayi tidak terhalang apapun.

Beberapa hal di bawah ini dapat dilakukan untuk menjaga posisi telentang saat bayi tidur.

Menjaga Bayi Selalu Dalam Pengawasan

Anda harus mengawasi bayi anda sesering mungkin dan jangan meninggalkannya ketika tidur dalam waktu yang lama.

Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila si kecil berada dalam posisi tidur yang tidak benar, sehingga orang tua bisa langsung mengembalikan si kecil dalam posisi tidur yang benar. 

Membedong Bayi Usia 3- 6 Bulan

Bayi yang sudah lebih dari 3 bulan tapi masih kurang dari 6 bulan mulai banyak bergerak sehingga orang tua harus semakin ketat dalam mengawasi posisi tidurnya.

Kasus paling banyak adalah bayi miring dan berakhir pada posisi tengkurap yang membuat bayi susah bernapas. 

Tidak Menaruh Banyak Barang dalam Kasur Bayi

Banyak barang di kasur bayi juga membuat kemungkinan hidung atau saluran nafas bayi tertutup barang-barang, sehingga disarankan untuk tidak meletakkan apapun di kasur bayi, termasuk bantal di pinggiran kasur. 

Tidak Menidurkan Bayi Di Kasur dengan Banyak Orang

Bayi tidur dengan orang dewasa bisa menjadi hal berbahaya. Apalagi jika bagian tubuh orang dewasa menindih tubuh bayi atau mengubah posisi tidurnya, dan tidak segera sadar, bisa menjadi hal yang fatal karena membuat bayi tidak bisa bernafas. 

Adapun beberapa posisi tidur bayi yang harus dihindari adalah menyamping dan tengkurap. Kedua posisi ini wajib diwaspadai, apalagi untuk baru lahir karena dapat menghalangi proses bernapas secara normal. Apalagi kalau wajah bayi menghadap ke bawah dan menempel kasur. 

Posisi miring sebenarnya tidak begitu berisiko, bahkan posisi miring bisa mencegah bayi menelan muntahannya sendiri. Meskipun begitu, dalam posisi miring bayi harus ekstra diawasi bahkan dipegang oleh orang tuanya. 

Hal tersebut bertujuan agar bayi tidak mengubah posisi tidurnya dari menyamping menjadi tengkurap. Posisi tidur menyamping juga boleh dilakukan hanya beberapa saat saja, dan harus dikembalikan telentang untuk menjaga bayi agar tidak sampai tengkurap. 

Anda bisa mengonsultasikan pada dokter jika anak anda sudah memiliki gangguan pernapasan atau kesulitan tidur dalam posisi tertentu. Konsultasi dokter dengan mudah secara online dapat anda lakukan melalui aplikasi SehatQ, anda juga bisa membaca informasi tentang posisi tidur bayi yang benar secara lengkap melalui website resmi SehatQ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *